Selasa, 15 Juli 2014

UAS KIMIA ORGANIK II



UAS KIMIA ORGANIK II
Dosen pengampu : Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si

NAMA            : DHANI WINDRA GUSVA                      
NIM                : A1C112010
PENDIDIKAN KIMIA REGULER 2012
SOAL
1.  Jelaskan kemungkinan terbentuknya ikatan rangkap tiga pada lemak atau minyak tak jenuh?
2.  Jelaskan proses terjadinya pencucian dengan pelarut organik bebas air ?
3.     Bagaimana cara kerja lidah (indra pengecap ) sehingga menimbulkan rasa manis contohnya  pada fruktosa?
4.      Jelaskan hubungan hormon oksitosin dengan sinyal gelombang alfa dan beta yang di keluarkan oleh otak?
5.      Jelaskan bagaimana sifat basa dapat dihasilkan oleh gugus OH pada C11O22H11 pada sakarida ?
Jawab : .
1.      Asam lemak adalah asam organik yang terdapat sebagai ester trigliseraldehida atau lemak. Asam ini merupakan asam lemak yang mempunyai rantai karbon panjang. Pada lemak tak jenuh lemak mengandung ikatan rangkap.
Saya membandingkan dengan alkana yang berikatan tunggal bisa dibuat menjadi alkena yang berikatan rangkap, berarti lemak yang berikatan rangkap dua ini bisa juga diubah menjadi ikatan rangkap tiga. Salah satu jalan yang bisa ditempuh yaitu dengan mereaksikannya dengan halogen yang memiliki sifat nukleofilik yang mampu menggantikan gugus H. Jadi yang harus dilalui untuk mengubah ikatan rangkap dua menjadi ikatan rangkap tiga adalah dengan reaksi halogenasi, setelah itu baru di dehidrogenasi.

Reaksi halogenasi merupakan proses dimasukkannya halogen  kedalam  salah satu senyawa organik, dalam reaksi ini digunakan Br-.
 penggunaan Br- dikarenakan ia adalah nukleofil yang mampu menyerang C yang bermuatan positif pada ikatan rangkap. Sehingga H pada C tersebut berpindah posisi.


 Ikatan rangkap 3 pada asam lemak tak jenuh akan terbentuk jika direaksikan oleh senyawa halogen yang besifat nukleofilik  supaya salah satu dari ikatan hydrogen pada ikatan rangkap dapat tersubstitusi dan atom H yang satunya dapat ditarik oleh basa kuat dan menyebabkan gugus halida menjadi gugus pergi, dengan demikian ketika basa kuat direaksikan dengan asam lemak tak jenuh maka ia akan menyerang atom Br sehingga akan terputus dan memungkinkan terbentuknya ikatan rangkap 3 dikarena ikatan pada Br nya telah terputus dan terjadi pertumpangan.

Disini atom H yang terikat pada atom C akan mengalami ketidakstabilan karena atom C akan stabil jika memiliki 4 tangan namun disini memiliki 5 tangan. Sehingga dengan demikian atom H akan diputuskan dan berikatan dengan H2O. Dan terbentuklah ikatan rangkap tiga.

2.      Sejak ratusan tahun lalu telah dikenal sabun, yakni persenyawaan antara minyak atau lemak dan basa. Molekul sabun berbentuk rantai panjang panjang dan satu gugus ionic yang besifat sangat polar. Pada seluruh rantai panjangnya, strukturnya tepat sama dengan molekul minyak sehingga memiliki keakraban dengan molekul minyak (bersifat hidrofilik). Sementara pada bagian kepala, ada sepasang atom yang bermuatan listrik yang hanya senang bergabung dengan molekul air (bersifat hidrofobik).


surfaktan ini bersifat membersihkan dimana R- (non polar dan Hidrofob)= membelah molekul minyak dan kotoran menjadi partikel yang lebih kecil sehingga air mudah membentuk emulsi dengan kotoran dan mudah dipisahkan
-C-O- (polar dan Hidrofil)=larut dalam air membentuk buih dan mengikat partikel – partikel kotoran sehingga terbentuk emulsi. Sabun adalah suatu gliserida (umumnya C16 dan C18 atau karboksilat suku rendah) yang merupakan hasil reaksi antara ester ( suatu derivat asam alkanoat yaitu reaksi antara asam karboksilat dengan alkanol yang merupakan senyawa aromatik dan bermuatan netral ) dengan hidroksil dengan residu gliserol (1.2.3 – propanatriol). Apabila gliserol bereaksi dengan asam – asam yang jenuh ( suatu olefinatau polyunsaturat ) maka akan terbentuk lipida ( trigliserida atau triasilgliserol ).
 Dari uraian diatas tentu yang digunakan sebagai pelarutnya yakni air. Air  adalah molekul bersifat polar yang  terdapat  ion H+ dan OH. Akan tetapi dalam kasus yang dihadapi adalah tidak menggunakan pelarut yang bukan air, ,menurut saya bisa dilakukan dengan mengganti bahan lain yang sifatnya sama dengan sifat air yakni memiliki gaya tarik menarik (gaya natar milekul dipol-dipol  )yang menyamai air. Salah satunya yang bisa digunakan adalah aseton, selain aseton bisa juga digunakan asam format. Asam format dapat digunakan dalam pelarut dalam pencucian karena dia memiliki dielektrik yang cukup kuat dan gaya antar molekul dipol-dipol sehingga asam format yang merupakan senyawa polar menginduksi awan elektron sabun sehingga dapat membantu larutnya lemak yang merupakan senyawa non polar. Akan tetapi senyawa ini berbahaya jika digunakan untuk kulit. asam format adalah suatu cairan yang tidak berwarna, berbau tajam/menyengat, asam format dapat larut sempurna dengan air dan sedikit larut dalam benzena, karbon tetra klorida, toluena, serta tidak larut dalam hidrokarbon alifatik seperti heptana dan oktana. Asam format,   (l. Formica = semut). Kemudian aseton larut dalam berbagai perbandingan dengan air, etanol, dietil eter dan lain-lain . Ia sendiri juga merupakan pelarut yang penting. Aseton digunakan untuk membuat  plastik  serat, obat-obatan, dan senyawa-senyawa kimia lainnya. 

3.      Lidah atau lingua tersusun atas otot lurik yang diselaputi oleh lapisan lendir. Pada permukaan atas lidah terdapat banyak tonjolan yang disebut papila. 

 Lidah disebut juga dengan kemoreseptor. Disebut  Kemoreseptor karena peka dan mampu menerima rangsangan berupa zat kimia berupa larutan. Reseptor merupakan kuncup-kuncup pengecap (taste buds ) pada permukaan lidah, didalam proses perasa dan pengecapan ini indera penciuman ikut berperan dalam persepsi pengecapan. Indera pengecapan memungkinkan kita untuk merasakan tekstur makanan lembut atau kasar, zat-zat yang terkandung dalam makanan, serta rasa makanan itu sendiri. Pada lidah terdapat kemoreseptor yang dapat merespon rasa asin, asam pahit dan manis. Kemoreseptor ini berfungsi untuk menangkap rangsangan  yang bersifat senyawa kimia larut dalam air. Bagian – bagian lidah yang berfungsi sebagai kemoreseptor adalah  : bagian tepi depan merasakan manis, belakang merasakan pahit, samping merasakan asam dan bagian depan merasakan asin. Pada lidah juga terdapat rambut sensor. Rambut-rambut sensor menyembul dari sel-sel ke pori-pori sentral tunas pengecap. Pada bagian ini rambut-rambut sensori terendam dalam zat kimia yang terlarut dalam air ludah manusia. Zat-zat yang terlarut dalam ludah itu akan di deteksi oleh sensor ini sehinggga dapat dibedakan baik itu manis, asam, asin dan pahit.  


Agar suatu zat terasakan zat tersebut harus larut dalam lelembapan mulut .  Hanya dalam keadaan larutan zat itu dapat menstimulasikan rasa. Lidah dilengkapi dengan serabut saraf-saraf sensorik yang dilengkapi dengan ujung akhir , untuk mengumpulkan ransangan .  Memang terlihat bahwa seolah-olah kita mengecap dengan ujung saraf pada lidah.  Tetapi sebenarnya otak yang menilai semua perasaan itu.
Di dalam mulut ada kelenjar ludah atau kita sebut dengan air liur yaiut cairan bening yang mengandung elektrolit, senyawa antibakteri, dan beberapa enzim yaitu alfa amylase , glukosa – 6- posfat isomerase yang membantu pencernaan karbohidrat didalam ludah. Pada saat dikunyah, makanan yang telah masuk ke mulut bercampur dengan air liur. Lalu, makanan yang sudah larut atau bersatu dengan air liur merangsang ujung-ujung syaraf yang terletak pada kuncup-kuncup pengecap yang tersebar diseluruh permukaan lidah. Zat makanan yang berasal dari makanan kemudian masuk ke dalam pori-pori kuncup-kuncup pengecap bersama dengan air liur. Zat makanan yang masuk akan menstimulasi ujung-ujung syaraf yang memiliki rambut atau Gustatory Hair. Dari sinilah rangsanganrasa ini kemudian diteruskan ke pusat syaraf  pengecap yang berada di otak. Selanjutnya, otaklah yang menanggapi rasa tersebut. Sehingga kita dapat merasakan manis, asam, asin, pahit, dll
Fruktosa merupakan karbohidrat disakarida yang  banyak ditemukan dalam buah-buahan , madu dan lebih manis dari glukosa memiliki rasa manis dapat dirasakan oleh tepi depan  lidah .  Fruktosa dapat larut dalam cairan ludah yang mengandung elektrolit dan senzim amylase . Zat yang larut ditangkap oleh saraf-saraf sensorik dan ditansmisikan ke otak sehingga otak memberikan respon kelidah bahwa rasanya manis. 
4.      Oksitosin adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitary dalam otak manusia ketika melahirkan, menyusui, melakukan hubungan seksual dan juga bekerja seperti ‘lem besi’. Telah lama diteliti dan diketahui bahwa oksitosin menyebabkan ikatan emosional, mengurangi daya pikir manusia dan penelitian baru-baru mengatakan hormon ini meningkatkan rasa percaya kepada orang lain. Hubungan dengan Gelombang alpha terjadi pada saat kita melakukan kreativitas, relaksasi, dan visualisasi dengan gelombang (8-13,9 Hz) dan gelombang Theta terjadi pada saat kita melakukan Relaksasi mendalam, Meditasi, Peningkatan Memori dengan gelombang (4-8 Hz). Pada saat gelombang alpha dan theta inilah hormone oksitosin bekerja karena  Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis yg ada di otak. Secara umum, oksitosin mempunyai fungsi dalam pengendalian gairah seksual, sistem koordinasi, memfasilitasi kelahiran bayi, memberikan rasa kepercayaan diri dan mengurangi rasa takut, memengaruhi kemurahan hati dengan meningkatkan.


Gelombang Alpha: Kreativitas, Relaksasi, Visualisasi
Gelombang otak Alpha (8-13,9 Hz) sangat kontras dibandingkan dengan kondisi Beta. Kondisi relaks mendorong aliran energi kreativitas dan perasaan segar, sehat. Kondisi gelombang otak Alpha ideal untuk perenungan, memecahkan masalah, dan visualisasi, bertindak sebagai gerbang kreativitas kita.

Gelombang Theta: Relaksasi mendalam, Meditasi, Peningkatan Memori
Lebih lambat dari Beta, kondisi gelombang otak Theta (4-8 Hz) muncul saat kita bermimpi pada tidur ringan. Atau juga sering dinamakan sebagai mengalami mimpi secara sadar. Frekuensi Theta ini dihubungkan dengan pelepasan stress dan pengingatan kembali memori yang telah lama. Kondisi “senjakala” (twilight) dapat digunakan untuk menuju meditasi yang lebih dalam, menghasilkan peningkatan kesehatan secara keseluruhan, kebutuhan kurang tidur, meningkatkan kreativitas dan pembelajaran.
Berkaitan dengan hubungan oksitosin dan gelombang otak . Oksitosin adalah hormone yang memiliki efek neurohypophysial antianxiethy yang membantu dalam relaksasi dan mengurangi tekanan darah. Hal ini meningkatkan ambang nyeri dan juga meningkatkan pertumbuhan dan penyembuhan. Dalam keadaan stress atau tengang adalah gelombang theta yang muncul lebih banyak dan hal ini jumlah produksi hormone oksitosin berkurang atau jika dalam konsisi lebih lagi, seperti takut, maka oksitosin tidak diproduksi sama sekali. Itu sebabnya dalam proses kelahiran dokter memberikan suntikan oksitosin.
Jumlah hormone oksitosin yang cukuo memberikan perasaan lebih relaks dan nyaman pada seseorang sehingga dalam keadaan tersebut lebih mendominasi kemunculan gelombang alfa di otak serta mengatasi rasa takut. 

5.      Karbohidrat adalah senyawa organik netral yang berupa polihidroksi aldehida atau polihidroksi keton dengan rumus empiris cx(H2O)n dengan ketentuan sebagian besar nilai n sama dengan 3 atau lebih. Selain unsur C, H, dan O ada juga karbohidrat yang mempunyai unsur lain berupa fosfor (P), nitrogen (N), atau sulfur (S). Bentuk polihidroksi aldehida disebut juga aldosa dan polihidroksi keton dinamakan ketosa. Kedua bentuk karbohidrat tersebut dapat dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu: (1) gula yang terdiri dari monosakarida dan oligosakarida. (2) non-gula yang terdiri dari polisakarida dan karbohidrat kompleks. 
 Sukrosa merupakan suatu disakarida yang dibentuk dari monomer-monomernya yang berupa unit glukosa dan fruktosa dengan rumus molekul C12H22O11. senyawa ini dikenal sebagai sumber nutrisi serta dibentuk oleh tumbuhan, tidak oleh organisme lain seperti hewan penambahan sukrosa dalam media berfungsi sebagai sumber karbon.
Struktur dua monosakirada bergabung membentuk disakarida yaitu sukrosa


Berdasarkan konsep asam basa brownsted-lowry ketika sebuah senyawa yang berperilaku seperti asam mendonorkan proton, haruslah terdapat basa yang menerima proton tersebut. Basa konjugat adalah ion atau molekul yang dihasilkan setelah asam kehilangan protonnya, sedangkan asam konjugat adalah spesi yang dihasilkan ketika basa menerima proton. Reaksi ini bersifat reversibel dan dapat berjalan terbalik maupun ke depan. Dan pada gambar diatas fruktosa tersebut memiliki gugus OH yang bersifat basa dan dapat menarik asam (gugus H+ ) pada glukosa membentuk sukrosa.
Sifat basa pada gugus OH pada sakarida dapat dihasilkan dari struktur molekul sakarida itu sendiri banyak  terdapat gugus hidroksil (-OH). Contohnya :



sakarida memiliki sifat basa karena seperti dalam teori asam basa, bahwa menurut Arhenius basa adalah senyawa yang memiliki gugus hidroksil dan melepaskan gugus hidroksil dalam larutan air.
Contohnya :  
Pada gambar diatas kita dapat melihat bahwa sifat basa pada salah satu jenis dari karbohidrat yaitu sukrosa ini mengandung glukosa dan fruktosa. Fruktosa tersebut memiliki gugus OH- yang bersifat basa dan dapat menarik asam (gugus H+ ) pada glukosa. Lalu melepaskan gugus hidroksil dalam larutan air.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar